Reportase Webinar Paliatif Seri 4: Komunikasi dalam Perawatan Paliatif

Reportase Kegiatan

Yogyakarta, Pada Sabtu 18 Juni 2022 pukul 08.00 – 12.00 WIB, Alumni angkatan 80 FK UGM bekerjasama dengan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK – KMK UGM menyelenggarakan Webinar Perawatan Paliatif seri ke-4, dengan topik Komunikasi dalam Perawatan Paliatif. Tujuan webinar ini untuk memberikan pengetahuan tentang etika dan hukum, peran profesional dalam kerjasama antar tim dan dalam tim, dan komunikasi efektif dalam perawatan paliatif. Moderator webinar kali ini, Dr. dr. Maria A. Witjaksono, MPALLC.

Komunikasi dan Pengambilan Keputusan Tindakan Medis dalam Kultur Indonesia

Dr. dr. Ibnu Purwanto, Sp.PD-KHOM menyampaikan bahwa perawatan paliatif merupakan hak setiap pasien, akan tetapi kebutuhan ini masih belum dapat terpenuhi secara optimal karena berbagai hambatan secara struktural dan fungsional. Beberapa tantangan yang terutama dihadapi oleh ahli onkologi antara lain; keengganan ahli onkologi mendiskusikan perawatan di akhir kehidupan dengan pasien, kurangnya kemampuan komunikasi ahli onkologi untuk mendiskusikan topik paliatif dan akhir kehidupan, pasien dan keluarga sulit menerima kenyataan dan perawatan paliatif, perawatan paliatif di luar rumah sakit yang belum bisa dijamin JKN, keterbatasan sumber daya tim paliatif, dan salah persepsi masyarakat tentang perawatan paliatif dan perawatan di akhir masa kehidupan. Oleh karenanya, diperlukan upaya dari berbagai disiplin ilmu untuk dapat mengupayakan perawatan paliatif yang bermutu. Hingga saat ini, para ahli onkologi sudah dapat memberikan perawatan paliatif sesuai dengan bidang keahliannya.

Komunikasi pada Pasien Kanker Sesuai Perkembangan Anak

Pada materi ini, Dr. dr. Sri Mulatsih, M.PH., Sp.A(K) memaparkan bahwa komunikasi efektif merupakan hal utama dalam program Pediatric Palliative Oncology (PPO). Dalam proses perawatan paliatif, diperlukan pemahaman dalam tujuan dan manfaat komunikasi efektif dalam PPO. Tujuan komunikasi efektif dalam PPO antara lain; menanggapi emosi, bertukar informasi, membuat keputusan, membina hubungan yang menyembuhkan, memungkinkan manajemen diri, dan mengelola ketidakpastian. Komunikasi efektif sendiri dimulai dari pasien masuk sampai selesai perawatan bahkan pada masa berkabung. Sebagai tenaga kesehatan, tuntutan untuk mempunyai kemampuan berkomunikasi secara efektif memang diperlukan. Tuntutan tersebut juga hadir dengan berbagai hambatan yang perlu dihadapi, baik berupa hambatan verbal dan non-verbal. Sehingga, sebagai seorang dokter yang menghadapi pasien anak dalam perawatan paliatif juga harus memiliki kreativitas untuk menemukan berbagai cara efektif untuk berkomunikasi dengan anak – anak, khususnya dalam spektrum PPO.

Breaking the Bad News

Seorang dokter, akan sulit dimaafkan oleh pasien dan keluarganya jika tidak mampu menyampaikan kabar buruk dengan cara baik. Sebaliknya, seorang dokter tidak akan pernah dilupakan oleh pasien dan keluarganya, jika dapat menyampaikan berita buruk dengan cara yang baik. Dr. Venita Eng, M.Sc membahas bagaimana menyampaikan berita buruk adalah sebuah keharusan yang pelik bagi seorang dokter. Dibutuhkan keterampilan tersendiri untuk mampu menyampaikannya, tanpa menyakiti perasaan pasien dan keluarga, tetap bisa bersikap netral dan rasional, juga tuntas. Meski tidak mudah, terdapat pedoman yang dapat digunakan seperti SPIKES, VALUE, dan OARS. Hal terpenting yang harus dipegang oleh dokter ketika menyampaikan berita buruk adalah ketulusan dan hati yang mengasihi.

Reporter: dr. Alif Indiralarasati (PKMK UGM). Materi kegiatan silakan Klik DISINI


VIDEO REKAMAN

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.